PADMA BHUVANA: Pura Sembilan Penjuru Nusantara Dimana Saja?

Seiring dengan perkembangan umat Hindu di Indonesia, peradaban dan kebudayaan juga turut mengikutinya. Kelompok-kelompok masyarakat yang tadinya berkumpul dalam satu wilayah kini telah menyebar ke wilayah-wilayah lain. Penyebaran kelompok masyarakat tersebut turut serta membawa peradaban dan kebudayaannya masing-masing ke wilayah yang baru mereka tempati.

Salah satu perkembangan peradaban dan kebudayaan yang mereka bawa yaitu sistem peribadatan. Aspek yang mencakup sistem peribadatan tidak hanya berkaitan dengan tata cara tetapi juga sarana dan prasarana. Aspek sarana dan prasarana yaitu menyangkut tentang tempat ibadah yang dalam agama Hindu disebut dengan Pura.

Pura merupakan sarana bagi umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. Selain sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa, Pura juga dijadikan sebagai tempat untuk mesimakrama atau bersilaturahmi antar sesama umat. Bahkan di daerah-daerah tempat kantong-kantong umat Pura dijadikan sebagai tempat untuk melangsungkan pendidikan (asram).

Penyebaran Pura yang ada dikantong-kantong umat Hindu di Nusantara tentunya perlu dijaga dan dirawat sehingga tetap ajeg. Oleh karenanya, pada tahun 2011 majelis tertinggi agama Hindu yaitu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mengeluarkan Ketetapan Mahasabha X Nomor: VII/TAP/MAHASABHA X/2011 tentang Padma Bhuvana Nusantara.

Padma Bhuvana Nusantara merupakan pembangunan Pura disembilan penjuru kawasan di Nusantara (Indonesia). Penetapan Padma Bhuvana Nusantara ditujukan untuk mengimplementasikan dayaguna pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa untuk membangun kehidupan yang seimbang lahir bathin, aman dan terlindungi (raksanam), tegaknya sistem alam dan sistem sosial yang setara dan berkeadilan, serta terbangunnya sumberdaya manusia (SDM) yang berjualitas.


Padma Bhuvana Nusantara diharapkan menjadi media dalam menjabarkan konsep-konsep Hindu tentang kehidupan yang ideal di seluruh Nusantara. Ada sembilan Pura di Indonesia yang ditetapkan sebagai Padma Bhuvana Nusantara yang dijadikan sebagai kawasan Padma Mandala Nusantara. 

Mungkin umat Hindu di Indonesia belum banyak mengetahui Pura apa saja yang menjadi Padma Bhuvana Nusantara dan dimana letaknya. Berikut ini kami coba buatkan ulasan singkat nama Pura dan letaknya:

 (Foto Pura Agung Surya Bhuvana, Skyline - Jayapura)

1. Pura Agung Surya Bhuvana
Pura yang ditetapkan sebagai salah satu Padma Bhuvana Nusantara yaitu Pura Agung Surya Bhuvana. Pura ini terletak di bagian Timur Indonesia tepatnya di Kota Jayapura. Dalam Dewata Nawa Sangga arah Timur merupakan tempat dari Dewa Iswara.

Pura Agung Surya Bhuvana merupakan Pura terbesar dan tertua di Jayapura yang dibangun pada tahun 1970-an. Di Jayapura Pura Agung Surya Bhuvana dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi bagi para pengunjung yang datang ke Kota Jayapura. Pura Agung Surya Bhuvana berlokadi di Jl. Raya Adepura No.38, di Skyline, Jayapura. Lokasi Pura ini dibilang cukup strategis karena jaraknya dengan perkotaan tidak begitu jauh.

(Foto Pura Jagatnatha Oebanantha, Kupang - NTT)

2. Pura Jagatnatha Oebanantha
Pura ini merupakan pura kedua yang ditetapkan sebagai Padma Bhuvana Nusantara. Pura ini dianggap mewakili wilayah Tenggara tepatnya di Kota Kupang. Dalam Dewa Nawa Sangga arah Tenggara merupakan tempat dari Dewa Meheswara.

Pura Jagatnatha Oebanantha merupakan Pura tertua di Nusa Tenggara Timur yang dibangun sejak tahun 1961. Pura ini juga sering dijadikan sebagai wisata spiritual atau tempat tirtha yatra umat Hindu. Lokasi dari Pura Jagatnatha Oebanantha terletak di Jl. Sabu Kelurahan Fatubesi, Kec. Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pura ini terbilang strategis karena hanyan berjarak sekitar 2 Km dari pusat kota dan tidak jauh dari pantai Oeba. Pada tahun 2016 Pura ini melaksanakan upacara Ngenteg Linggih Pedudusan Agung dan Mupuk Pedagingan Lan Makebat Daun dengan Caru Panca Sanak Agung.

(Foto Pura Luhur Uluwatu, Badung - Bali)

3. Pura Luhur Uluwatu
Dalam ketetapan Padma Bhuvana Nusantara, Pura Luhur Uluwatu merupakan Pura ketiga. Pura Luhur Uluwatu mewakili wilayah Selatan Indonesia tepatnya di Kabupaten Badung. Dalam Dewata Nawa Sangga arah Selatan merupakan tempat dari Dewa Brahma.

Berdasarkan beberapa sumber yang kami baca bahwa Pura Luhur Uluwati dibangun sekitar abad ke-9 meskipun belum diketahui jelas tahun berapa. Menurut sejarah Pura ini dibangun atas petunjuk dari Mpu Kuturan yang pada waktu itu datang ke Bali. Pura Luhur Uluwatu juga merupakan Pura yang dijadikan sebagau Kahyangan Jagat.

Lokasi letak dari Pura Luhur Uluwatu berada di wilayah Desa Pecatu, Kec. Kuta Selatan, Badung. Pura Luhur Uluwatu menjadi salah satu tempat wisata bagi wisatawan mancanegara.

(Pura Parahyangan Agung Jagarkartta, Gunung Salak - Bogor)

4. Pura Parahyangan Agung Jagatkartta
Pura Parahyangan Agung Jagatkartta juga merupakan salah satu bagian dari Padma Bhuvana Nusantara. Pura ini mewakili wilayah Baratdaya tepatnya di Kabupaten Bogor. Dalam Dewata Nawa Sangga arah Baratdaya merupakan tempat dari Dewa Rudra.

Salah satu Pura terbesar di Jawa dan merupakan terbesar ke-2 di Indonesia setelah Pura Bekasih. Pura Parahyangan Agung Jagatkartta dibangun pada tahun 1995. Pura ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Prabhu Siliwangi dan para leluhur Pakuan Padjajaran. Pura yang biasa disebut Pura Jagatkartta Gunung Salak ini merupakan salah satu tempat favorit umat untuk tirtha yatra. Selain tempatnya yang begitu natural dan sejuk, Pura ini juga kerap dijadikan sebagai tempat untuk mengheningkan diri karena memang lokasinya yang terbilang cukup jauh dari kebisingan perkotaan.

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta terletak di Desa Tamansari, Kec. Tamansari, Kab. Bogor, Jawa Barat. Di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta juga terdapat Pura Dalem Peed dan Pura Melanting. Untuk Pura Melanting merupakan tempat pemujaan bagi para pengusaha/pedagang.

(Foto Pura Agung Sriwiaya, Palembang - Sumatera Selatan)

5. Pura Agung Sriwijaya
Untuk wilayah Barat, Pura Agung Sriwijaya ditetapkan sebagai Pura Padma Bhuvana Nusantara. Pura Agung Sriwijaya mewakili wilayah Barat tepatnya di Kota Palembang. Dalam Dewa Nawa Sangga wilayah barat merupakan tempat dari Dewa Mahadewa.

Sejak upacara ngenteg linggih pada tanggal 1 April 2007, Pura ini berubah nama yang sebelumnya disebut Pura Penataran Agung Sriwijaya. Pura ini diresmikan pada tanggal 19 Juni 1982 oleh Pangdam Sriwijaya yang waktu itu dijabat Brigjen TNI Try Sutrino. Menurut salah satu sumber pembangunan Pura ini turut diprakarsai oleh salah seorang tokoh umat Hindu yaitu Mayjen Pol. (Purn) IGM Putera Astaman yang pada saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Bagian Selatan.

Pura Agung Sriwijaya terletak di Palembang, Sumatera Selatan dengan alamat Jl. Seduduk Putih, Gg Iskandar Muda, No.8 Ilir, Kel. Ilir Timur II, Kenten (Komplek Garuda Putra II Palembang).

(Foto Kuil Agung Shri Mariamman, Medan - Sumatera Utara)

6. Kuil Agung Shri Mariamman
Salah satu tempat suci umat Hindu etnis India yang ditetapkan sebagai Padma Bhuvana Nusantara adala Kuil Agung Shri Mariamman. Kuil ini mewakili wilayah Baratlaut tepatnya di Kota Medan. Dalam Dewa Nawa Sangga arah Baratlaut merupakan tempat dari Dewa Sangkara.

Kuil Agung Shri Mariamman didirikan pada tahun 1884. Kuil Agung Shri Mariamman dibangun setelah begitu banyak umat Hindu etnis India atau Hindu Tamil yang datang ke Sumatera Utara. Umat Hindu etnis India pada waktu itu sebagian besar datang ke Sumatera Utara sebagai buruh yang dipekerjakan di perusahan dan perkebunan.

Kuil Agung Shri Mariamman terletak di Kampung Madras. Kampung ini awalnya disebuta dengan nama Kampung Keling. Kuil ini terbilang sangat strategis karena diapit oleh begitu banyak jalan baik itu Jl. Teuku Umar yang berada dibagian depan kuil maupun Jl. KH. Zainul Arifin yang berada dibagian samping kanan kuil. Selain itu, kuil ini juga terletak dekat dengan salah satu Mall terbesar di Kota Medan yaitu SUN Plaza. Karena letaknya yang begitu strategis, sehingga Kuil Agung Shri Mariamman juga sering dijadikan sebagai destinasi wisata yang dikunjungi para wisatawan yang hendak berlibur di kota Medan.

(Foto Pura Agung Giri Jagat Natha, Tarakan - Kaltara)

7. Pura Agung Giri Jagat Natha
Pura ketujuh yang ditetapkan sebagai Padma Bhuvana Nusantara adalah Pura Agung Giri Jagat Natha. Pura ini mewakili wilayah Utara tepatnya di Kota Tarakan. Dalam Dewa Nawa Sangga arah Utara merupakan tempat dari Dewa Wisnu.

Belum ada data dan sumber yang jelas mengenai kapan Pura Agung Giri Jagat Natha ini didirikan. Letak dari Pura Agung Giri Jagat Natha beralamat di Jl. Bhayangkara Gang Asparagus Kr. Anyar Tarakan, Kalimantan Utara.

(Foto Pura Agung Jagadhita, Manado - Sulawesi Utara)

8. Pura Agung Jagadhita
Pura selanjutnya yang ditetapkan sebagai Padma Bhuvana Nusantara adalah Pura Agung Jagadhita. Pura ini mewakili wilayah Timurlaut tepatnya di Kota Manado. Dalam Dewata Nawa Sangga arah Timurlaut merupakan tempat dari Dewa Sambhu.

(Baca: YAJÑA SATTVĪKA: Pelaksanaan Yajña yang Utama)

Pura Agung Jagadhita didirikan pada tahun 1983. Karena perkembangan umat Hindu di Manado, Sumatera Utara yang terus bertambah maka para tokoh umat mempertimbangkan untuk membangun Pura dengan luas yang lebih besar. Akhirnya proses pendirian Pura pun dilakukan dengan saweran melalui dana punia dari berbagai pihak. Di tahun 1989, bangunan Pura yang setinggi 9 meter inipun didirikan dan dipelaspas pada tahun 1994.

Letak lokasi dari Pura Agung Jagadhita ini adalah di Jl. Siswa VIII No.101, Kel. Taas, Kec. Tikala, Kota Manado. Pura ini juga cukup dapat dijangkau dengan mudah oleh umat Hindu karena tempatnya yang strategis.

(Foto Pura Agung Pitamaha, Palangka Raya)

9. Pura Agung Pitamaha
Dalam ketetapan Padma Bhuvana Nusantara yang menjadi Pura terakhir adalah Pura Agung Pitamaha. Pura ini mewakili wilayah Tengah tepatnya di Kota Palangka Raya. Dalam Dewata Nawa Sangga arah Tengah merupakan tempat dari Dewa Siwa.

Pura Agung Pitamaha terletak di Kota Palangka Raya dengan alamat Jl. Kinibalu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Demikianlan sembila Pura yang ditetapkan sebagai Padma Bhuvana Nusantara. Semoga Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan waranugrahanya dengan memancarkan sinar asta asivarya sakti-nya melalui Padma Bhuvana Nusantara, menuju kejayaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera.

Semoga tulisan ini dapat memberikan pengetahuan baru bagi para pembaca.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Satya Nara
Copyright © 2011. Hindu Menulis
Published by Hindu Menulis