Perilaku Seseorang Menurut Wuku

Dalam agama Hindu setiap insan manusia yang lahir ke dunia akan membawa karma wasana nya masing-masing. Karma wasana inilah yang manjadi modal awal manusia mengarungi lautan dunia yang penuh dengan kepalsuan (maya) ini.


Setiap tingkah dan perilaku yang dicerminkan manusia juga tidak terlepas dari pengaruh dan aspek-aspek yang lain yang tertuang dalam sebuah lontar atau sastra-sastra suci yang dapat diyakani kebenarannya. Salah satu aspek yang mempengaruhi perilaku seseorang yaitu disebebkan karena pengaruh Wuku. Dalam sistem perhitungan hari baik dan buruk (wariga) pengaruh Wuku memilki perananan yang sangat besar. Berikut gambaran perilaku seseorang yang dipengaruhi Wuku.

WUKU SINTA
 

Dewanya Bhatara Yamadipati, pengawaknya Surya, burungnya Gagak dan Bangau, pohonnya Kayu putih dan Kendayakan, hewannya Rangrangan, lintangnya Lintang Kukus dan Erangerang, pasimpenannya Gedong kunci, lumbung suwung. Prilakunya berwibawa, kurang sabar, cemburu, penampilan menyenangkan, tidak mudah mempercayai orang lain, perintahnya keras, sikap sosialnya jarang didasari hati yang tulus, kerap didatangi orang susah, firasatnya tajam, tangkas dan cakap dalam bekerja, suka pamer, tidak kikir, bersikap adil, agak pelupa, rezekinya bagus, berpeluang bahagia kemudian hari. Hari waspada: Senin pon. Hari baiknya: menurut firasatnya. Halangannya: jika tidak hati-hati jarang sampai usia lanjut.

WUKU LANDEP


Dewanya Bhatara Mahadewa, pengawaknya Kaia Wisaya, Burungnya Kakatua dan Merpati, pohonnya Angsana dan Kamedangan, hewannya Tinggalun, lintangnya Lintang Depat dan Lintang Teja, pasimpenannya Gedong didepan tertutup, lumbung suwung, prilakunya lebih menyukai suasana sepi, mantap melakukan meditasi, perintahnya tegas, suka pamer, dalam aktivitas sosialnya kurang dilandasi hati yang tulus, namun hatinya damai dan dia dapat menentramkan suasana hati orang lain, ingatannya tajam, ia mampu melakukan berbagai macam pekerjaan, tidak kikir, disukai banyak orang, terkadang ia kurang ingat pada kebaikan orang. Hari baiknya: Minggu wage. Hari buruknya: Rabu Pahing. Halangannya: bisa tertimpa suatu reruntuhan.

WUKU UKIR
 

Dewanya Bhatara Mahayekti, pengawaknya Gunung, burungnya Manyar, pohonnya Nagasari dan Beringin, hewannya Rusa, lintangnya Lintang Bade dan Lintang Kupu-kupu atarung, pasimpen annya Gedong di depan terbuka, lumbung tertutup, prilakunya murah hati, simpatik dalam pergaulan, sehingga ia banyak teman, namun sering tidak rela menerima kekalahan, berbakat tampil sebagai pemimpin dimanapun dia berada, bicaranya menyenangkan, tidak kikir, suka pamer kelebihan, sikapnya lembut, namun kemauan hatinya keras, perasaannya peka, ia sering tertimpa kesulitan, namun ia mampu melaksanakan semua pekerjaannya dengan cerdik. Hari baiknya: Rabu wage, dan Jumat Legi/Umanis. Halangannya: bisa tertimpa suatu penganiayaan.


WUKU KULANTIR 

Dewanya Bhatara Langsur, pengawaknya Teja, burungnya Slindritan dan Perkutut, pohonnya Ingas dan Rangdu, hewannya Rase, lintangnya Lintang Kukus, pasimpenannya Gedong tertutup berguling, lumbung rusak. Prilakunya agak kurang memiliki kesabaran, mudah marah, namun ia pandai mengambil hati orang lain, pendiriannya teguh, tetapi ia kerap merasa pasrah menerima keadaan, kurang bisa berhemat, suka menghitung-hitung milik orang lain, suka berdebat, gemar tidur, tidak tetap pendirian, keadaannya sering berubah sekarang senang sebentar susah, kritiknya pedas, jarang didatangi orang susah namun dia rajin dan dapat menyelesaikan pekerjaannya. Hari baiknya: Sabtu Wage. Hari buruknya: Rabu Legi/Umanis. Halangannya: terkena fitnah, terjatuh.

WUKU TOLU 

Dewanya Bhatara Bayu, pengawaknya Sangkala Gowa, burungnya Taling dan Branjangan, pohonnya Tengguli dan Walikukun, hewannya Tenggili, pasimpenannya Gedong didepan cukup, lumbung tetap lintangnya Lintang Lawean, prilakunya penyabar, dapat membikin orang lain senang, namun jika sampai marah sulit bisa diredakan, pendiriannya teguh, bicaranya serius, tenang menghadapi berbagai macam persoalan, jiwanya satria dan ia tidak mudah gentar menghadapi masalah, kelihatannya sombong, ulet dalam bekerja, suka bepergian dan belanja, dalam situasi sulit ia tahan berjaga-jaga, kelak bisa hidup senang. Hari baiknya: ikuti firasatnya. Halangannya: terkena benda tajam bertanduk.

WUKU GUMBREG
 

Dewanya Bhatara Chandra, pengawaknya Bumi, burungnya Ayam hutan dan Gagak, pohonnya Tengguli dan Beringin, hewannya Macan, lintangnya Lintang Puwuh, pasimpenannya Gedong terbuka, lumbung tertutup, prilakunya sabar, namun kemauannya keras dalam mencapai tujuan walau taruhannya besar, perintahnya lembut, sering didatangi keluarga yang susah, berbudi baik, bila marah kelihatan galak, sikapnya agak kasar namun disenangi atasan karena loyal, suka suasana sepi dan meditasi, rajin belajar, wawasannya luas, jika hatinya tenang akan manis dan halus bicaranya, sehingga setiap ucapannya diperhatikan orang. Hari baiknya: Rabu kliwon. Hari buruknya: sesuai firasatnya. Bahayanya: hanyut, tenggelam.

WUKU WARIGA
 

Dewanya Bhatara Asmara, pengawaknya Toyo, Burungnya Garuda dan Kepodang, pohonnya Sulastri, hewannya Warak, lintangnya Lintang Warangan, pasimpenannya Gedong tertutup, lumbung rusak, prilakunya memiliki kemauan yang besar dalam mencapai suatu tujuan, namun apabila mengalami suatu hambatan atau halangan ia mudah bersedih dan prihatin, pecemburu, terkadang pelupa dan iri hati, lebih menyukai suasana sepi, namun penampilannya terlihat amat menyenangkan sehingga ia sering diperhatikan banyak orang, tak jarang ia bisa menikah lebih dari sekali, namun agaknya ia agak sulit menemukan kebahagiaan yang mendalam. Hari baiknya: Jumat wage. Hari buruknya: Kamis pon dan Senin kliwon. Halangannya: tersangkut perkara.

WUKU WARIGADEAN
 

Dewanya Bhatara Maharesi, pengawaknya Gandarwa, Burungnya Drakuku kasturi, pohonnya Ancak dan Cemara, hewannya Gajah, lintangnya Lintang Marga, pasimpenannya Gedong tertutup, prilakunya ramah, lembut bahasanya, pikirannya tajam, ingatannya kuat, kemauannya besar, ucapan dan tindakannya mengagumkan, tak suka merendah, cita-citanya tinggi, perintahnya baik dan dituruti orang lain, sikapnya terkadang keras namun sesungguhnya ia berhati lembut, bila marah kelihatan galak dan menakutkan, rajin bekerja, namun berat tanggungannya, awalnya menderita namun kebahagiaannya ia peroleh di kemudian hari. Hari buruknya: Minggu Legi/Umanis). Halangannya: dari sanak keluarga, putus cinta, kena black magic, kena fitnah.

WUKU JULUNGWANGI


Dewanya Bhatara Sambu, pengawaknya Teja, burungnya Nilam dan Kutilang, pohonnya Cempaka, hewannya Banteng, lintangnya Lintang Angin, pasimpenannya Gedong terbuka lumbung kosong, prilakunya tinggi hati, tidak suka diatasi, ia merasa bangga bila kemauannya dituruti, manis bicaranya, namun kurang bisa simpan rahasia, pandai dalam banyak pekerjaan, bakatnya seni dekorasi, gemarakan keindahan, namun ia begitu gampang merasa bosan, kebahagiaan ada disekitar dirinya, lincah, pengasih, tidak kikir, diakui kecakapannya, ikhlas beramal namun dibalik itu terkandung maksud demi kepentingan popularitasnya, dipercaya oleh atasannya karena bersifat loyal. Hari buruknya: dipahaminya lewat firasat. Halangannya: bisa digigit binatang.

WUKU SUNGSANG


Dewanya Bhatara Ghana, pengawaknya Sang Kala Aji, burungnya Nuri, pohonnya Langsat, hewannya Kuda, lintangnya Lintang Salahukur, pasimpenannya Gedong terbuka, lumbung berisi, perilakunya mudah curiga, agak boros, kurang bisa menabung, suka bertindak ceroboh, besar nafsunya, suka menyesali kemarahannya, suka bepergian, tergolong agak usil dan suka terhadap kepunyaan orang lain, kuat bekerja, loba ambil pekerjaan, namun ia kerap merasa bingung, sering mengalami suatu kesulitan, ikhlas berkorban tanpa pamerih, kemauannya keras, bila ia sabar dan tabah akan mudah dan banyak menguasai ilmu pengetahuan. Hari baiknya dan hari buruknya: tidak tentu. Halangannya: terkena suatu benda keras terutama logam.

WUKU DUNGULAN


Dewanya Bhatara Kamajaya, pengawaknya Dalang, burungnya Elang, pohonnya Lotanda dan Tangan, hewannya Garuda, lintangnya Lintang Tangis, pasimpenannya Gedong kunci, lumbung tertutup, prilakunya ramah, suka berembug, tangkas berbicara, ingin selalu berbuat amal dan kebajikan, suka senangkan orang sehingga ia tergolong tidak hemat dibanding penghasilannya yang kerap kurang mencukupi, tangkas melakukan pekerjaan, namun ia kurang cermat, sering gusar, suka memiliki kepunyaan orang lain, penampilannya tergolong seksi dan nafsunya besar, mudah terkena hasutan sehingga berpeluang besar terjadi perselisihan. Hari buruknya: Minggu Pahing, Senin Pon, Selasa Wage. Halangannya: pertengkaran, mengalami kedukaan.

WUKU KUNINGAN


Dewanya Bhatara Indra, pengawaknya Sang Kala, burungnya Kepodang dan Puyuh, pohonnya Kepuh dan Kesuma, hewannya Koci, lintangnya Lintang Kemukus, pasimpenannya Gedong terbuka, lumbung tertutup, prilakunya sukai kesunyian, banyak bicara dan enak didengar, namun kadang bisa ngelantur, pembawaanya tergolong berwibawa, tampilannya angkuh, amat hati-hati, cermat dalam bertindak, tak suka didatangi orang susah, berbakat dalam hal magis, suka mengakui kelebihan dirinya, hemat dan agak kikir, cekatan dalam pekerjaan, mudah marah namun pemalu. Hari buruknya: Jumat wage. Halangannya: jabatannya direbut orang, kepemimpinan dijauhi bawahan, ditinggalkan selamanya oleh orang dekatnya.

WUKU LANGKIR

 
Dewanya Bhatara Kala, pengawaknya Sang Welaka, burungnya Celilingan dan Puyuh, pohonnya Ingas dan Wangkal, hewannya Lembu, lintangnya Lintang Uluku, pasimpenannya Gedong terbuka lumbung berisi, prilakunya berjiwa satria, rela berkorban, tak gentar menghadapi lawan, penampilannya berwibawa, angkuh, keras kepala, nafsunya besar, memiliki sifat dengki dan segala sifat negatifnya itu bisa menulari orang dekatnya, dijauhi oleh orang kesusahan, banyak bicaranya dan kalau hatinya sedang tidak enak maka segala yang ia ucapkan itu terdengar kasar sehingga membuat kuping pendengarnya panas kemudian mudah terjadi keributan. Hari buruknya: Senin Pahing. Halangannya: terkena fitnah dan tertipu oleh musuh, tersangkut perkara.

WUKU MEDANGSIA


Dewanya Bhatara Brahma, pengawaknya Sang Pandu, burungnya Belatuk Bawang, pohonnya Asam, hewannya Duyung, lintangnya Lintang Siangan, pasimpenannya Gedong kunci, lumbung tertutup, prilakunya kurang sabar, mudah marah, pendendam, bahkan ia agak sukar memberi maaf bila kebaikan hati yang telah ia lakukan ada yang mengusik, perintahnya dingin, terkadang ia tega menjatuhkan hukuman, pendiriannya tetap dan tidak berubah-ubah, cermat dalam bertindak, hemat akan harta bendanya, kerap didatangi orang yang kesusahan untuk dimintai pertolongan, rezekinya bagus dan tergolong cukup banyak. Hari baiknya: Sabtu Wage. Halangannya: terkena suatu benda atau zat yang panas, terkena kemarahan orang.

WUKU PUJUT

 
Dewanya Bhatara Guritna, pengawaknya Sang Mertanjala, burungnya Emprit dan Jalak, pohonnya Pule, lintangnya Lintang Alu dan Lintang Depat, pasimpenannya Gedong berisi lumbung berisi, prilakunya tidak banyak cakap, halus budi bahasanya, tidak senang dilampaui atau dikalahkan, kalau sampai ia marah akan sulit diredakan, gemar bersolek sehingga penampilannya dikagumi orang, perbuatan sosialnya mengandung suatu maksud tertentu dan dengan kebaikannya itu membuat ia mudah terkenal dan didekati banyak orang namun pembawaannya cukup peka, sehingga ia mudah merasa susah, nafsunya besar. Hari baiknya: Senin Umanis/Legi. Halangannya: terkena black magic, terkena fitnah, tertipu.

WUKU PAHANG
 

Dewanya Bhatara Tantra, pengawaknya Sang Ekakawi, burungnya Kutut dan Cucak, pohonnya Jalak dan Kendayakan, hewannya Ular, lintangnya Lintang Prahu pegat, pasimpenannya gedong kunci, lumbung tertutup, prilakunya berhati-hati dan rajin dalam bekerja, senang mendapat pujian, tajam perkataannya, bahkan ucapannya bisa panas dan berlebih-lebihan, namun ia tidak suka omong kosong, terkadang hatinya tergoda kedengkian, curiga, suka melakukan prates dan menunjukkan kecakapannya dihadapan banyak orang, rela berkorban dan agak boros, sehingga ia dikenal banyak orang, bahkan ia sering didatangi orang kesusahan, ia sendiri sesungguhnya sering merasa prihatin, kendati penampilannya selalu tampak tegar dan terkesan suci. Halangannya: terkena penganiayaan.

WUKU KLURUT
 

Dewanya Bhatara Wisnu, pengawaknya Kurawa, burungnya Lawa dan Sepahan, hewannya Luwak, lintang-nya Lintang Salah Ukur, pasimpenannya Gedong terbuka lumbung berisi, prilakunya penuh kehati-hatian, termasuk dalam berbicara, setiap perkataannya senantiasa didengar oleh banyak orang, ditopang oleh kemampuan berpikirnya yang tajam, namun ia kerap menonjolkan kelebihan dirinya itu, bahkan tak jarang ia suka pamer, ia tergolong tekun dalam bekerja, memiliki sifat-sifat satria, kemauannya teguh, berhati bersih dan lembut, penyayang, namun perasaannya peka dan terkadang bisa bertindak liar. Hari baiknya: Senin Kliwon. Hari buruknya: Sabtu Kliwon dan Minggu Wage. Halangannya: bisa terkena penganiayaan, stress karena kesusahan.

WUKU MERAKIH

 
Dewanya Bhatara Surenggana, pengawaknya Sang Rama, burungnya Merak, pohonnya Kemiri dan kayu Tengguli, hewannya Macan, lintangnya Lintang Kiriman, pasimpenannya Gedong terbuka lumbung kosong, prilakunya tergolong pemberani dalam hal menentang bahaya, daya ingatannya tajam, budi bahasanya halus dan sopan sehingga dalam pergaulan ia memiliki banyak teman, selain itu ia tergolong orang yang pasrah menerima kenyataan hidup, tanpa prates, dengan banyak sahabat maka ia senantiasa merasa tentram dan damai serta ia dapat merasakan karunia Tuhan, dalam hidup ini ia juga merasakan tidak begitu banyak yang perlu disusahkan. Halangannya: tertipu, terkena fitnah, tertimpa bahaya tenggelam.

WUKU TAMBIR
 

Dewanya Bhatara Siwa, pengawaknya Buta, burungnya Prenjak dan Bintit, pohonnya Upas dan Kawih, hewannya Banteng, lintangnya Lintang Goang, pasimpenannya Gedong terbuka Lumbung berisi, prilakunya hemat dan agak kikir, angkuh, tekadang pedas ucapannya, memiliki kemauan yang kuat, keyakinannya tentang hal-hal gaib juga kuat, berpotensi jadi dukun atau paranormal, memiliki daya pertahanan diri yang kokoh, terkadang angkuh, senang berbicara sesuatu yang hebat-hebat terutama tentang hal yang menyangkut rahasia kegaiban hingga mengherankan banyak orang, rezekinya tergolong agak kurang lancar, jarang didatangi orang susah. Hari buruknya: Senin Wage, halangannya terkena black magic, difitnah orang, terjebak oleh suatu niat jahat.

WUKU MEDANGKUNGAN

 
Dewanya Bhatara Basuki, pengawaknya Sang Mandala, burungnya Kepodang dan Pelung, pohonnya Kroyo dan Pelaga, lintangnya Lintang Manjangan dan Lintang Kendi, pasimpenannya Gedong tertutup lumbung cukup, perilakunya pandai bicara, ingatannya kuat, lebih menyukai suasana yang sunyi, sehingga cukup mantap dalam melakukan meditasi, ia menyukai ajaran kerohanian dan keagamaan, imannya kuat dan bisa menerima kenyataan yang terjadi, menghargai kebaikan orang lain, sayang pada apa yang dimiliki, hemat dan pandai berusaha, bersifat setia, gemar dengan aktifitas di air, namun tindakannya sering tanpa dipikir lebih dulu. Hari buruknya: mengikuti firasatnya, Halangannya: karena suatu bencana, dikhianati orang. 

WUKU MATAL

 
Dewanya Bhatara Sakri, pengawaknya Menteri, burungnya Ayam Hutan, pohonnya Maja dan Nagasari, hewannya Macan, lintangnya Lintang Tambak, pasimpenannya Gedong terbuka lumbung bocor, prilakunya dikenal sebagai orang yang keras hati, namun ia bisa pandai bersikap manis dan pintar dalam bicara, cekatan melakukan berbagai hal, selain itu juga memiliki sifat setia, dengan berbekal sikap loyalnya itu sehingga ia disenangi lingkungannya terutama oleh orang yang berpengaruh atau atasannya, menyukai hal-hal yang bersifat gaib, suka memanjatkan doa, gemar dengan aktivitas di air terutama di laut, rezekinya menyusul seiring dengan peningkatan kariernya. Hari baiknya: hari Rabu Kliwon. Halangannya: terjadi perselisihan karena diperdaya orang.

WUKU UYE
 

Dewanya Bhatara Kuwera, pengawaknya Sang Wayang, burungnya Gagak, pohonnya Lontar dan Pisang, hewannya Buaya, lintangnya Lintang Warangan, pasimpenannya Gedong terbuka, Lumbung boros, prilakunya pecemburu berat, memiliki ingatan yang tajam, bersikap hati-hati, ia rela korbankan apa saja yang menjadi miliknya demi orang yang dikasihinya, selain itu ia juga pintar memikat hati lawan jenisnya, bahkan ia punya kecendrungan suka bermain asmara, namun sayangnya ia mudah merasa patah hati, padahal ia tergolong orang yang pandai membuat suasana menjadi menyenangkan, ia pun dikenal sebagai orang yang jujur, mengagumi sikap satria dan keprajuritan. Hari buruknya: Senin Kliwon. Halangannya: terkena fitnah, terkena black magic.

WUKU MENAIL
 

Dewanya Bhatara Citrayoga, pengawaknya Hanoman, burungnya Manyar dan Sepahan, pohonnya Kayumanis dan Tenggaron, hewannya Naga, lintangnya Lintang Deling, pasimpenannya Gedong terbuka, lumbung terbakar, prilakunya pendiam, hati-hati, angkuh, mudah tersinggung, senang berkumpul, berbudi lembut, lebih suka berpikir yang praktis, perintahnya halus dan sopan santun, memiliki sifat adil dan bijaksana, ulet melaksanakan setiap pekerjaan, namun ia tergolong loba, sikapnya kurang teguh, bahkan terkadang mangkir, hal itulah yang kemudian membentuk dirinya sebagai pribadi yang terkadang tampak rajin dan juga bisa berubah malas. Hari baiknya: Minggu Umanis/Legi. Halangannya: terkena bahaya yang tak terduga, terkena senjata.

WUKU PRANGBAKAT


Dewanya Bhatara Bisma, pengawaknya Prabu, burungnya Precak dan Urangan, pohonnya Pelasa dan Ririsan, hewannya Kerbau, lintangnya Lintang Kumbang, pasimpenannya Gedong terbuka lumbung terbakar, prilakunya tangkas dan cekatan melaksanakan pekerjaan, berjiwa pemberani, gemar akan peperangan, namun ia tergolong pemalu, disukai dalam pergaulan, ia lebih suka menerima dari pihak lain dibandingkan kehendaknya sendiri untuk memberi kepihak lain, ia begitu sayang pada miliknya, terkadang tinggi hati, bicarannya maupun perintahnya suka tegang dan kerap plintat-plintut, rezekinya tergolong bagus, usianya tergolong panjang. Halangannya: mengalami penderitaan akibat ulahnya sendiri, bisa terjatuh dari sesuatu yang ia naiki.


WUKU BALA
 

Dewanya Bhatara Durga, pengawaknya Lembu, burungnya Ayam hutan dan Bebek, pohonnya Cemara dan Ambulu, hewannya Lembu, lintangnya Lintang Kumba, pasimpenannya Gedong tertutup lumbung bolong, prilakunya banyak cakap, kikir, perintahnya keras, loba, kurang bisa menghargai orang lain, diam-diam suka bikin orang lain susah, gayanya seram dan cukup menakutkan, kendati salah ia teguh mempertahankan prinsipnya, dijauhi orang susah, ia tergolong orang cakap, berpengaruh dan berwibawa, ia suka pemer kekayaan, gemar melakukan meditasi dalam suasana yang sepi. Hari baiknya: Kamis Wage. Hari buruknya: Senin Umanis/Legi dan Rabu Pon. Halangannya: mengalami kecelakaan, terkena racun, black magic, rahasianya terbongkar.

WUKU UGU
 

Dewanya Bhatara Singajalma, pengawaknya Prasiwaka, burungnya Gagak dan Kepodang, pohonnya Bunut dan Randu hewannya Gajah, lintangnya Lintang pedati, pasimpenannya Gedong terbuka lumbung tertutup, prilakunya berwibawa dan pemberani dalam segala hai, ditopang oleh pengetahuan dan wawasannya yang luas, gemar terhadap hai yang romantis, namun sayang ia pelit, egois, pecemburu, sulit diperintah, tapi sesungguhnya ia pandai menghargai orang lain, menjauhi keramaian, suka menaruh kecurigaan, cermat, pandai berhemat, rezekinya diperoleh dikemudian hari. Hari baiknya: Jumat Paing. Hari buruknya: Minggu Paing. Halangannya: berselisih keras karena iri hati atau cemburu. tergigit oleh hewan berbisa.

WUKU WAYANG
 

Dewanya Bhatara Sri, pengawaknya Jaya, burungnya Siyung dan Ayam Hutan, pohonnya Cempaka dan Wedi, hewannya Wiyung, lintangnya Lintang Werayang, pasimpenannya Gedong kunci, lumbung berisi, perilakunya lembut, romantis, gemar bersolek, teliti dalam berbagai hal, manis perintahnya, namun ia sendiri sulit diperintah, mudah merasa terharu dan kasihan, tidak kikir, telaten dan rajin bekerja, pandai menghemat sehingga disukai orang berpengaruh, agak gampang rezekinya, pandai memberi petuah sehingga cocok menjadi penasehat, gemar dengan suasana sepi guna melakukan meditasi, cukup dermawan tapi pilih-pilih. Hari buruknya: Selasa Umanis/Legi. Halangannya: mudah tertipu atau diperdaya orang, terseruduk hewan bertanduk.

WUKU KELAWU
 

Dewanya Bhatara Sedana, pengawaknya Sangkara, burungnya Nuri dan Kelilingan, pohonnya Lontar dan Kowang, Hewannya Kuwuk, lintangnya Lintang Uluku, pasimpenannya Gedong terbuka, lumbung bolong, prilakunya boros dan tidak bisa menabung, ia tergolong orang yang sanggup berkorban materi, namun sayang pemberiannya itu belum tentu ia lakukan secara ikhlas, dalam mengemukakan sesuatu ia suka terus terang, sikapnya cukup tenang, pembawaannya cukup romantis, pandai senangkan hati orang lain, gampang merasa kasihan, perintahnya halus dan terkesan dingin, memiliki bakat lahir sebagai pengarang, punya daya tahan tinggi dalam bekerja, rata-rata berusia lanjut. Hari baik: Sabtu Paing. Halangannya: tergigit binatang berbisa, kena racun. 

WUKU DUKUT
 

Dewanya Bhatara Baruna, pengawaknya Purusa, burungnya Ayam hutan dan Drakuku, Pohonnya Kapal dan Pandan wangi, hewannya Kuwuk, lintangnya Lintang Kumba, pasimpenannya Gedong kunci, lumbung ijuk, prilakunya mencerminkan sikap satria, berjiwa prajurit, keras hati, otaknya cerdas dan berpikiran tajam, dalam persahabatan ia tergolong setia, gemar bercanda sehingga banyak teman, pandai bertutur atau mengarang, tidak mudah curiga, cukup hati-hati, banyak keinginannya, pandai berhemat dan agak kikir, disukai banyak orang, suka terburu nafsu, gemar mencari hiburan, gampang marah, rezekinya besar dibelakang hari. Hari baiknya: Kamis Paing. Halangannya: merasa susah ditinggal orang yang dihormati/dikasihi, kalau berperang bisa celaka.

WUKU WATUGUNUNG


Dewanya Bhatara Anantaboga dan Bhatari Nagagini, pengawaknya Brahma, burungnya Gogik dan Jikutuk, pohonnya Ceroring dan Wijayakusuma, hewannya Singa, lintangnya Lintang Bade, pasimpenannya Gedong terkunci, lumbung tertutup, prilakunya kendati kalem, namun ia pandai bicara, tergolong suka bersolek dan pecemburu, ia suka mengoreksi kesalahan orang lain, tidak suka mengalah, jika tersinggung gampang berselisih, banyak keinginan atau cita-citanya, gemar berspekulasi atau cenderung pilih berjudi, mudah merasa prihatin, lebih menyukai suasana sepi, gemar meditasi, percaya terhadap hal-hal gaib, firasat dan pandangannya tajam, pertimbangannya bijaksana, tangkas, berjiwa satria. Halangannya: tertimpa penganiayaan.

Segala tindak tanduk perilaku seseorang menurut Wuku yang tertulis dan tersirat tersebut merupakan cerminan atau gambaran bagi manusia untuk selalu eling dan waspada. Manusia harus ingat akan jati dirinya. Ingat akan kekurangan dan kelemahannya. Selalu intropeksi diri. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Referensi:
Kalender Kementerian Agama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu

Share this article :

+ komentar + 6 komentar

Luar biasa.. suksma infonya

Bagus untuk intropeksi diri.. suksma tulisannya nggih

26 Juni 2018 21.27

Matur suksma atas suppornya
Semoga bermanfaat @Ni PUTU NOVI WIDARI ASIH

26 Juni 2018 21.28

Inggih sami-sami
Semoga bermanfaat @I KADEK NOVA WIBAWA YASA

10 Juli 2018 15.46

Sangat bgus sebagai pembanding diri benar tidak nya dalam kita berprilaku

10 Oktober 2018 05.03

wah, ternyata ada ilmu seperti ini di dunia dan bahkan berasal dari budaya lokal.. Suksma

Posting Komentar

 
Support : Satya Nara
Copyright © 2011. Hindu Menulis
Published by Hindu Menulis