Svadhishthana Chakra

“Chakra Svadhishthana meliputi bidang astral, ruang antara surga dan bumi, serta wilayah-wilayah hiburan, fantasi, ketidaksahan, kecemburuan, belas kasihan dan sukacita. Energi dalam chakra svadhishthana dipengaruhi oleh elemen air. ... karena chakra ini terhubun dengan prokreasi kehidupan, ia juga berhubungan dengan keluarga dan tanggung jawab keluarga. Alat kelaminnya adalah organ kerjanya, ia terhubung dengan seksualitas dan fantasi.” Harish Johari

(sumber foto ashleyturner.org)

“Tubuh kita ada di dua tingkat. Tingkat material yang kotor terdiri dari tujuh dhatu — daging, tulang, tanah liat, darah, lemak, sumsum, cairan — dan lima elemen — tanah, air, api, udara, dan akasha (ruang kosong atau ruang). Tingkat halus terdiri dari kekuatan hidup yang vital (prana), pikiran (manas), kecerdasan (buddhi), ego (ahamkara), dan perasaan diri (chitta).

Prana adalah sarana yang halus dan kotor dalam organisme manusia terhubung. la mengaktifkan semua sistem di dalam tubuh, termasuk sistem saraf, dan membantu mereka bekerja bersama sebagaimana mestinya. Prana didistribusikan ke seluruh tubuh oleh nadi, saluran energi. Sistem transportasi nadi milik tubuh halus, dan chakra terhubung ke nadi utama dari sistem ini, sushumna, yang beroperasi dalam kolom (lajur) vertebral (tulang belakang). Dengan demikian, cakra bukan milik tubuh material dan tidak dapat sepenuhnya dijelaskan dari sudut pandang materialistik.” Harish Johari

“Chakra adalah kata Sansekerta yang berarti roda, cakram, atau peng- aturan apa pun dalam bentuk ling- karan atau organisasi. Sumber-sumber kuno menggambarkan masing-masing dari tujuh cakra utama sebagai bunga teratai, bentuk melingkar yang dikelilingi kelopak...... meskipun akar pengetahuan tentang chakra berasal dari asal usul kuno, pengetahuan ini masih berfungsi praktis hari ini.”

Setelah kebutuhan dasar kita terjamin, kita siap untuk melihat-lihat dan bertemu dengan jiwa lain, terutama lawan jenis. Chakra Svadhishthana dominan antara usia 6 dan 12 untuk anak perempuan dan 7 sampai 14 untuk anak laki-laki. Unsurnya adalah air, yang dapat bergerak ke segala arah dan memungkinkan kehidupan. Hubungannya dengan bulan membawa kita ke dunia fluktuasi emosi. Dengan emosi sebagai rempah-rempah, hidup kita menjadi lebih beraroma.

Sifat hewan di sini seperti buaya, yang selalu siap untuk berburu dan senang mengambang, berjemur dan berfantasi. Dalam chakra ini kita dihadapkan dengan fantasi tak terbatas. Fantasi seperti itu, terutama seksual, mengkonsumsi lebih banyak energi daripada aktivitas manusia lainnya.

Chakra ini menciptakan enam modifikasi mental, membawa kita ke dalam dunia komplikasi psikologis, yang diwakili oleh enam kelopak teratai chakra ini — kasih sayang, kecurigaan, penghinaan, khayalan, perusakan dan kejanggalan. Di sini kita menciptakan dunia kita sendiri dengan bantuan kemampuan mental dan intelektual kita. Inilah dunia yang kita pikirkan dan bicarakan hampir sepanjang waktu. Itu bisa menjadi begitu luar biasa sehingga kita bisa kehilangan pegangan. Kita membutuhkan panduan saat kita menavigasi chakra ini Bhatara Wisnu muncul di sini, siap untuk melestarikan penciptaan Brahma dan untuk menjaga harmoni dan keseimbangan. Dia mewakili kehidupan. Dia meliputi segalanya. Dari yang terkecil hingga yang terbesar, hidup ada di mana-mana. Meskipun sains meneliti kehidupan, ia masih belum bisa melacak sumbemya di dunia luar. Sebagai Dewa Maya, Wisnu menciptakan dunia di mana sangat sulit untuk menemukan-Nya. Untuk membuatnya lebih mudah, Dia membawa kita agama. Tujuan setiap agama adalah hidup selaras dengan alam dan semua makhluk di dalamnya. Ilmu pengetahuan tidak dapat mengatakan banyak tentang agama, tetapi satu hal yang dikonfirmasikan adalah nilai terapi dari keyakinan dalam meringankan dampak penderitaan, kesulitan dan kematian.


Agama adalah filsafat dan kode moral. Filsafat memberi tahu kita dari mana kita berasal dan ke mana kita pergi. Ini berkaitan dengan karma dan dengan dharma (menjadi satu dengan hukum alam). Dalam Sanatana Dharma, Hindu, kode moral adalah yama dan niyama. Kelima yama (pengekangan) membantu kita bertingkah laku sesuai dengan karakter dari Diri kita yang abadi, yang didefinisikan oleh niyama: kemumian, kepuasan, kesederhanaan, belajar sendiri dan menghormati pemujaan Tuhan. Energi spiritual kita masing-masing seperti lokomotif, dan dunia fantasi kita yang sangat aktif membutuhkan suatu jalur. Jalur itu adalah agama. Namun berhati-hatilah, dalam spiritualitas chakra ini dapat terjebak dalam takhayul, pertanda dan mimpi. Pekerjaan utama agama di sini adalah untuk menenangkan gelombang yang tampaknya tak terkendali dari chakra yang didominasi air ini.

Rakini, aspek lain dari kundalini shakti, membuka pintu ke chakra ini. Dua kepalanya menunjukkan dualitas antara “Aku” dan “yang lain.” Energi dari orang cakra-kedua ini dihabiskan untuk mencapai keseimbangan antara dunia luar dan dunia dalam. “Orang lain” telah memasuki permainan, dan itu bisa membawa polusi mental. Pemumian adalah salah satu alat yang Rakini tawarkan. Alat paling sederhana adalah bersenandung. Kita sering menggunakannya secara tidak sadar, seperti ketika dihadapkan dengan situasi yang membingungkan. Ini mengatur ulang otak. Kehidupan itu sendiri menawarkan pemumian melalui menghadapi kesulitan, bertemu orang-orang luar biasa, tirtayatra, membaca tulisan suci, dll.

Selama tahun-tahun yang didominasi oleh chakra ini, cerita-cerita yang bagus adalah cara penting untuk menyampaikan kebijaksanaan spiritual dan dengan cara menyenangkan memperkenalkan isu-isu filosofis dan moral yang kompleks. Penting untuk mendengarkan cerita yang masuk akal. Pengetahuan belum diinternalisasi. Itu mulai terjadi di chakra keempat. Tanpa cerita dan ajaran agama, kehidupan tidak masuk akal. Satu-satunya hal yang tersisa adalah menghasilkan uang, yang kebanyakan kita habiskan untuk benda-benda dan hiburan tanpa henti, termasuk media sosial.

Rakini memberikan alat lain untuk mengekspresikan fantasi kita dan menjaga dunia mental ini tetap terkendali. Sejak waktu tidak diketahui, seni dan kerajinan dalam semua bentuknya telah digunakan untuk menjalani kehidupan yang harmonis dan seimbang, karena kedua belahan otak, terfokus pada satu subjek, belajar untuk bekerja bersama. Otak kanan sedang bersenang-senang menjelajahi dunia dengan melakukan. Otak kiri belajar dari ini karena menganalisa proses seni untuk menemukan simbol dan pola. Dengan bermain kita menyelidiki teknik yang berbeda. Ini adalah pelajaran pertama kita dalam konsentrasi.

Di sana ada kemungkinan tak terbatas di dunia hiburan. Seni dan kerajinan membuat kita bermain, dan kita menjadi bermain-main. Di sini kita dapat menemukan bakat untuk berkembang selama sisa hidup kita. Suatu seni atau kerajinan bisa menjadi alat spiritual ketika dikombinasikan dengan agama. Perjalanan kita melalui chakra ini menemukan hiburan dalam kisah-kisah pahlawan romantis dan epik seperti Rama dan Krishna, di mana pengorbanan untuk cinta suci lebih penting daripada kepuasan indrawi.

Semua budaya lama memiliki dunia seni dan kerajinan yang menembus seluruh masyarakat. Semua orang terhubung dalam dunia mimpi umum ini (maya) melalui kisah-kisah spiritual yang umum, di mana Dewa dan dewa-dewa dan konsep halus diperkenalkan. Ini sudah dan masih merupakan terapi tertua dan terbaik. Cerita-cerita semacam itu terkait dengan perayaan keagamaan, yang menginspirasi orang untuk berpikir tentang realitas-realitas ini dan membuat dekorasi kreatif. Dengan demikian, kita merasa satu sebagai komunitas, sebuah pengalaman yang mengangkat kita semua.

Dalam chakra ini anak muda menemukan “yang lain”. Ini membuka dunia keinginan dan fantasi, yang diwakili oleh buaya. Kreativitas seni membantu dia untuk mencapai keseimbangan antara dunia luar dan dalam. Dalam chakra ini keinginan untuk cinta fisik lahir.

Bija-mantra utama di sini adalah ram. Ini meningkatkan api pencernaan, umur panjang dan kekuatan fisik, semua diwakili oleh domba jantan. Bija mantra dari sepuluh kelopak chakra ini adalah dam, dham, nam, tam, tham, dam, dham, nam, pam dan pham. Pengulangan ini membantu menenangkan modifikasi mental. Di sini seseorang berperilaku seperti seekor ular kobra atau ngengat, bagi siapa penglihatan itu sangat penting.

Diterjemahkan: Sang Ayu Putu Renny dari Hinduism Today, April/May/ June 2018
Sumber: Majalah Media Hindu Edisi 172, Juni 2018
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Satya Nara
Copyright © 2011. Hindu Menulis
Published by Hindu Menulis